Jumat, 25 Maret 2011

psikolog


BAB II
PEMBAHASAN
1. TEORI EMOSI JAMES-LANGE
           
W,James dari Amerika Serikat (1884) dan Carl Lange dari Denkmark (1885) telah mengemukakan pada saat bersamaan ,suatu teori tentang emosi yang mirip satu sama lainya, sehingga teori itu dikenal dengan nama teori James-Lange
Ada dua pendapat tentang terjadinya emosi,pendapat yang nativistik mengatakan bahwa emosi pada dasarnya merupakan bawaan sejak lahir.sedangkan pendapat yang empiristik mengatakan bahwa emosi dibentuk oleh pengalaman dan proses belajar.salah satu penganut paham nativistik adalah Rena Descartes (1596-1650),ian mengatakan bahwa sejak lahir manusia telah mempunyai enam emosi dasar ,yaitu:[1]
1.Cinta
2.Kegembiraan
3.Keinginan
4.Benci
5.sedih dan
6.kagum
           


Sedangkan penganut paham empiristik adalah William James (1842-1910),(Amerika Serikat) dan Carl Lange (Denmark).menurut teori ini emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respon terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari luar.[2].menurut teori ini orang menagis bukan karna susah,tetapi sebaliknya ia susah untuk menangis.
Kemudian teori emosi yang lain dikemukakan oleh Cannon,dikenal dengan teori Sentral.menurut teori ini segala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu,jadi individu mengalami emosi dahulu baru kemudian mengalami perubahan-perubahan dalam fisiknya.[3]
Teori emosi yang lain adalah kebribadian,menurut teori ini adalah rmosi adalah merupakan aktivitas pribadi dimana antara jasmani dan psikis tidak dapat terpisah.
Menurut W. Wundt menguraikan jenis-jenis emosi  ada 3 pasang kutub emosi,yaitu:[4]
1.Lust-unslust (senag-tak senang)
2.spannung-losung (tegang-tegang)
3.Eerregung-berubigung (semangan-tenang)
Ada beberapa titik pijak yang berbeda yang digunaka untuk mengupas masalah emosi ini.mengenai teori-teori tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.Hubungan emosi dengan gejala kejasmanian
            Bila seseorang mengalami emosi ,pada individu itu akan terdapat  perubahan-perubahan kejasmanian[5].misalnya kalau orang mengalami ketakutan ,ukanya menjadi pucat,jantungnya berdebar-debar,jadi adanya perubahan dalam kejasmanian seseorang apabila individu yang mengalami emosi.
2.Teori hubungan antar emosi
            Menurut Plutchik emosi berbeda dalam tiga dimensi,yaitu intensitas ,kesamaan (similarity), dan polaritas atau pertentangan (polarity).intensitas,similaritas dan polaritas merupakan dimensi yang digunakan untuk mengadakan hubungan emosi yang satu dengan yang lain.[6]
Millenson (Carlson, 1987) mengemukakan pendapat bahwa ada tiga dimesi sebagai dasar dari semua emosi ,yaitu:fear,anger, dan pleasure.
3.Teori emosi berkaitan dengan motivasi
            Teori ini dikemukakan oleh leeper.menurut Leeper  apabila ada orang takut maka orang akan mendorong berperilaku kearah tujuan tertentu (goal direct)rah perilaku yang kita goal directed diwarnai oleh emosi.
            Tomkins mengemukakan bahwa emosi itu menimbulkan energy untuk motivasi.
4.Teori kognitif mengenai emosi
            Dikemukakan oleh  Richard Lazarus dan teman sekerjanya,mengemukakan tentang emosi yang menekan pada penafsirsan  atau pengertian terhadap informasi yang datang dari beberapa sumber.
Menurut James & Langei , bahwa emosi itu timbul karena pengaruh perubahan jasmaniah atau kegiatan individu. Misalnya menangis itu karena sedih, tertawa itu karena gembira. Sedangkan menurut Lindsley bahwa emosi disebabkan oleh pekerjaan yang terlampau keras dari susunan syaraf terutama otak, misalnya apabila individu mengalami frustasi, susunan syaraf bekerja sangat keras yang menimbulkan sekresi kelenjar-kelenjar tertentu yang dapat mempertinggi pekerjaan otak, maka hal itu menimbulkan emosi.
Perubahan-perubahan pada tubuh pada saat terjadi emosi Terutama pada emosi yang kuat, seringkali terjadi juga perubahan-perubahan pada tubuh kita antara lain :
1. Reaksi elektris pada kulit : meningkat bila terpesona
2. Peredaran darah : bertambah cepat bila marah
3. Denyut jantung : bertambah cepat bila terkejut.
4. Pernafasan : bernafas panjang kalau kecewa.
5. Pupil mata : membesar bila sakit atau marah.
6. Liur : mengering kalau takut atau tegang.
7. Bulu roma : berdiri kalau takut.
8. Pencernaan : mencret-mencret kalau tegang.
9. Otot : Ketegangan dan ketakutan
menyebabkan otot menegang atau bergetar (tremor).
10. Komposisi darah : Komposisi darah akan ikut berubah
dalam keadaan emosional karena kelenjar-kelenjar lebih aktif













DAFTAR  PUSTAKA
1.Abdul Rahman Shaleh, Psikologi Suatu Pengantar,(Jakarta:Predana media,2005)
2.Dirgagunarsa singgih, Pengantar Psikologi, (Jaktiararta:Mutiara,1975)
3.Hardy Malcolm, Pengantar psikologi,(Jakarta:Erlangga,1985)
4.Walgito Bimo, Pengantar Psikologi Umum,(Yogyakarta:Cetakan Andi,1980)












TEORI-TEORI EMOSI
Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas  Mata Kuliah : Pengantar Psikologi
Dosen Pengampu : Dra,Wiji Hidayati, M.Ag
Logo UIN

Disusun oleh:
1.Yunita Fatma Pertiwi     10470060

PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS NEGRI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG MASALAH
            Tipe-tipe emosi tidak terhitung banyaknya.emosi dapat dikategorikan sebagai yang positif (kesenangan,keriangan,cinta), dan yang negative (benci.marah,takut):dan hampir semua orang secara aktif mencari perasaan emosional yang positif serta berusaha menolah perasaan yang negative.
            Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan- perasaan tertentu, yaitu perasaan senang atau perasaan tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai/perbuatan-perbuatan kita sehari-hari itu disebut Warna Efektif. Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah atau samar-samar saja.
          Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. , yang dimaksudkan dengan emosi di sini bukan terbatas pada emosi atau perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang (mendalam).
          Dengan begitu diperlukan pembahasan mengenai teori-teori emosi yang dapat mendukung dalam pengkajian tentang konsep emosi itu sendiri dari berbagai sudut pandang para tokoh dan ilmuwan, salah satunya teori emosi yang di kemukakan olehJames -L ange pada makalah ini.


2.RUMUSAN MASALAH
1.Apa  teori emosi  JAMES-LANGE ?
2.apa teori emosi menurut history?


















2.Teori-teori emosi secara historis
            Teori emosi dari James-Lange[7]








Rangsangan penghasil emosi
 

Perubahan pada badan yang dihasilkan oelh system saraf autonomik
 

Otak menginterprestasikan perubahan pada badan sebagai emosi
 
 

                                                       


            Teori emosi dari Cannon
 





Perbedaan antara teori James-Lange dan teori Cannon Bard adalah ,bahwa dalam teori James-Lange ,reaksi-reaksi badan terjadi sebelum terjadinya emosi, sedangkan dalam teori Cannon  Bard reaksi-reaksi badan timbul bersamaan dengan waktunya emosi[8]
BAB III
KESIMPULAN
Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak. Jenis emosi yang secara normal dialami antara lain: cinta, gembira, marah, takut, cemas, sedih dan sebagainya.
Dengan adanya keterangan yang diungkapkan oleh James-Lange mengenai teori emosi, maka diperoleh suatu wacana bahwa emosi itu sendiri merupakan suatu proses yang melibatkan dua aspek penting dalam diri sorang individu, yaitu psikologis dan fisik. Hal ini dapat dilihat dari organ fisik yang bereaksi disertai perasaan seseorang saat mendapatkan stimulus yang kemudian termanifestasi dalam bentuk perilaku tertentu yang disebut sebagai emosi (baik negatif ataupun positif ).
Perbedaan antara teori James-Lange dan teori Cannon Bard adalah ,bahwa dalam teori James-Lange ,reaksi-reaksi badan terjadi sebelum terjadinya emosi, sedangkan dalam teori Cannon  Bard reaksi-reaksi badan timbul bersamaan dengan waktunya emosi












[1] Shaleh abdul rahman, Psikologi Suatu Pengantar,(Jakarta,2005)hlm:168
[2]  Shaleh abdul rahman, Psikologi Suatu Pengantar,(Jakarta,2005)hlm:169
[3] Shaleh abdul rahman, Psikologi Suatu Pengantar,(Jakarta,2005)hlm:169

[4] Shaleh abdul rahman, Psikologi Suatu Pengantar,(Jakarta,2005)hlm:170
[5] Bimo Walgito,Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta, 1980) hlm:211
[6] Bimo Walgito,Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta, 1980) hlm:215


[7] Malcom Hardy,Pengantar Psikologi, (Jakarta, 1985) hlm:162


[8] Singgih dirgagunarsa,pengantar psikologi,(Jakarta:Mutiara,1975)hlm:135

Tidak ada komentar:

Posting Komentar